Mustofa Kamal

SERI LEADERSHIP: KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Posted by: mrkamal on: Mei 5, 2009

(oleh: Mustofa Kamal Machfoedz)
Tulisan ini adalah seri kedua dari beberapa seri tentang kepemimpinan (leadership). Saya menulis topik ini dalam rangka berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada semua pembaca, dengan harapan dapat memberi nilai manfaat bagi kehidupan semesta.

I. DASAR KOMUNIKASI
Komunikasi sering disalah tafsirkan seakan-akan komunikasi itu sesuatu yang sederhana, sehingga banyak pihak akan mampu dengan mudah melakukannya. Lihat saja pandangan sebagian orang seperti: (*) tidak ada yang sukar tentang komunikasi, setiap orang melakukannya, (*) setiap orang mengetahui arti komunikasi, (*) berbicara = komunikasi, (*) komunikasi akan terjadi jika dikehendaki, (*) keterampilan berkomunikasi adalah bakat yang dibawa sejak lahir.
Kenyataannya komunikasi bukanlah hal yang mudah dilakukan. Oleh karena itu banyak orang menuai banyak masalah karena gagal dalam berkomunikasi.
Dalam pengertian luas, komunikasi adalah perbuatan seseorang, dalam bentuk apapun juga, yang ditanggapi oleh orang lain. Hal ini dapat terjadi secara lisan, tertulis, maupun dengan bahasa isyarat/tubuh. Komunikasi yang baik itu tidak hanya efektif tetapi juga harus mengena. Komunikasi disebut efektif hanyalah bila pesan yang disampaikan ditangkap oleh penerima sesuai dengan yang dimaksudkan oleh pengirim. Komunikasi yang baik, tepat atau mengena, selain efektif juga harus bersifat transformatif. Komunikasi yang bersifat transformatif artinya mampu menciptakan suasana yang positif sehingga memungkinkan hubungan antara pihak-pihak yang berkomunikasi semakin tumbuh sebagai pribadi. Komunikasi yang mengena, mampu membuat orang yang berkomunikasi merasa senang, semakin berkembang sebagai pribadi. Oleh karena itu komunikasi haruslah asertif, empatik, dan teraputik.
Asertif artinya berani mengemukakan pendapat secara terus-terang (apa adanya). Empatik artinya saling memahami. Teraputik artinya bersifat menyembuhkan dan mengembangkan.

II. TARAF KOMUNIKASI
Ada 5 taraf komunikasi, mulai dari yang paling dangkal sampai dengan yang paling dalam, yaitu:
1. Taraf kelima: Basa-basi, yaitu saling tegur sapa secara dangkal.
2. Taraf keempat: Membicarakan orang lain dan sudah saling bertukar informasi, namun belum saling bertukar pendapat atau pikiran, itu pun tentang orang atau hal lain, bukan tentang diri sendiri.
3. Taraf ketiga: Taraf pikiran, yaitu sudah saling membuka atau mengungkapkan diri, namun sebatas pikiran atau pendapat, dan kebanyakan masih tentang orang/hal lain. Itupun masih dng maksud saling menyenangkan, belum berani sungguh-sungguh mengemukakan pikiran secara jujur dengan konsekuensi berbeda pendapat.
4. Taraf kedua: Taraf hati, yaitu sudah berani saling mengungkapkan perasaan atau isi hati, sekalipun kebanyakan masih tentang orang lain, menyangkut pikiran berani berbeda pendapat, secara umum mulai berani untuk saling percaya.
5. Taraf pertama: Hubungan puncak, ditandai dengan kejujuran, keterbukaan, dan kepercayaan mutlak atau penuh satu terhadap yang lain. Merasa bebas untuk saling mengungkapkan pikiran dan perasaan apapun, khususnya tentang diri sendiri, dan cenderung memiliki pikiran dan perasaan tentang banyak hal, sehingga merasa sehati.

Posted by: mrkamal on: Maret 9, 2009

Guillin RRC

Guillin RRC

Posted by: mrkamal on: Februari 27, 2009

kkm-0503

I am a golfer. If you are a golfer who want to improve your score, then you have to build your characteristicss in playing just like the champion golfers do. Here’s are the 8 characteristics of champion golfers: (1) focus and concentration, (2) abstract thinking, (3) emotional stability, (4) dominance, (5) tough-mindedness, (6) confidence, (7) self-sufficient, and (8) balanced state (not tense but not completely relaxed either). Have a fun golfing during your weekend..(Kamal, the host of this Webs)

Posted by: mrkamal on: Februari 27, 2009

SERI LEADERSHIP: MEMBANGUN PRIBADI EFEKTIF

(oleh: Mustofa Kamal Machfoedz)

Tulisan ini adalah seri pertama dari beberapa seri tentang kepemimpinan (leadership). Saya menulis topik ini dalam rangka berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada semua pembaca, dengan harapan dapat memberi nilai manfaat bagi kehidupan semesta.

 

I.    INTEGRITAS KEPEMIMPINAN

 

1.      Kepemimpinan yang didasarkan atas kekuatan berpikir dan kekuatan moral (akhlak) serta kebiasaan produktif, maka dia adalah pemimpin yang punya integritas.

2.      Membangun integritas kepemimpinan dimulai dari diri sendiri. Pemimpin yang konsisten menunjukkan keteladanan dalam mempengaruhi orang lain berarti memberikan daya dorong untuk memotivasi dirinya dalam membangun integritas. Hal ini secara tidak langsung juga mendorong orang lain untuk menumbuh kembangkan integritas.

3.      Prinsip menumbuh-kembangkan integritas dapat dilakukan melalui: pertama, menumbuh-kembangkan kepercayaan dan keyakinan dalam mengubah kesadaran inderawi ke tingkat yang lebih baik; kedua, saling menghormati dan menghargai orang lain; dan ketiga, memiliki kemampuan dalam kedewasaan rohani, sosial,, emosional, dan intelektual.

 

II.  MEMBANGUN PRIBADI EFEKTIF

 

Pemimpin yang efektif adalah seorang pribadi yang efektif. Maka itu, betapa pentingnya membangun pribadi yang fektif untuk menciptakan kepemimpinan yang efektif. Dalam membangun pribadi efektif, diperlukan pondasi mindset yang mendukung terbentuknya pribadi efektif. Mindset tersebut mencakup:

 

  1. Kita meyakini bahwa setiap manusia memiliki keunggulan yang luar biasa. Ini ditunjukkan oleh firman Allah SWT: “Aku (Allah) telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat sempurna (fisik dan psikis)” (QS at-Tin: 4). Dengan keyakinan ini kita memiliki tanggung jawab moral untuk mengekspresikan diri kita secara maksimal demi kemaslahatan kehidupan semesta.

2.      Kita meyakini bahwa hidup ini indah (life is beautiful). Mari kita lihat firman Allah SWT yang menyatakan: “Dan di bumi itu terdapat ayat-ayat bagi orang-orang yang hendak yakin, dan demikian juga dalam diri kamu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS adz-Dzariyat: 20-21). Maka itu apabila kita mau mencermati kehidupan ini, begitu banyak tanda-tanda dan dinamika kehidupan, yang kita harus mampu mengekstrasi menjadi sekumpulan sintesis keindahan. Hanya orang-orang yang berpikiran dan berhati indah yang mampu mengelola kehidupan secara  baik dan harmonis bersama keindahan semesta.

3.      Kita meyakini bahwa kebersamaan itu penuh makna (togetherness is meaningful). Pandangan ini didasari oleh firman Allah SWT: “Hai manusia, sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS al Hujurat: 13).

III. MENJADI PRIBADI SUKSES

 

Apa yang dimaksud pribadi sukses? Seseorang dapat dikatakan menjadi pribadi sukses apabila dia selalu merasa tenteram dan bahagia. Ini didasarkan pada firman Allah berikut: “Orang-orang yang beriman dan mendapatkan ketentraman hati mereka dengan mengingat Allah, dan ketahuilah (bahwa) dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram” (QS ar-Ra’du: 28).

 

Oleh karena itu, pada hakekatnya hanya dirinya sendirilah yang mengetahui apakah dia sudah sukses atau belum dalam proses hidupnya. Orang lain hanya melihat dan merasakan kesuksesan seseorang dari vibrasi yang dia tebarkan kepada komunitas di sekitarnya. Jadi bersifat relatif. Yang bisa dilihat komunitas tentang kesuksesan seseorang melalui beberapa indikator visual, seperti: kepemilikan harta benda, kebugaran fisik dan nuraninya, dan cakupan peran dalam komunitasnya.

 

IV. MEMBANGUN PRIBADI EFEKTIF MENJADI PRIBADI SUKSES

 

Ada tiga tahapan untuk membangun pribadi efektif menjadi pribadi sukses, yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap pembekalan, dan (3) tahap keberangkatan.

Dalam tahap persiapan, kita perlu memahami peringkat posisi mental spiritual kita saat ini. Ada empat peringkat kesiapan mental spiritual seseorang dalam kehidupan, terdiri atas: dependensi, independensi, interdependensi, dan berserah diri kepada sang Pencipta kehidupan (Allah).

Dalam tahap pembekalan, kita perlu membekali diri kita dengan berbagai perangkat seperti: pengetahuan, keterampilan, kemauan kuat, dan iman serta pikir.

Dalam tahap keberangkatan, kita harus memiliki tiga prinsip utama dalam diri kita, yaitu: prinsip kejujuran, prinsip keseimbangan harapan, dan prinsip penanaman nilai-nilai yang benar.

Kita renungkan kalimat bijak berikut:

Generasi muda kami dibentuk dari apa yang telah dilatih oleh orang tuanya…..

Dan tidaklah seorang pemuda terbiasa dengan pikiran positif, kecuali karena itu telah diajarkan orang terdekatnya…..

Biasakanlah dirimu dengan kebaikan karena sesungguhnya kebaikan itu adalah suatu kebiasaan

Wahai sahabat! Kendaraan ini berlari begitu kencangnya…

Dan kami telah duduk, lalu apa yg telah engkau perbuat…

Apakah engkau rela tertinggal di belakang mereka tanpa harapan sementara beban semakin berat…

RENUNGAN IDUL FITRI

Posted by: mrkamal on: Februari 16, 2009

Ya Allah…
Alangkah cepatnya hari berganti
Sebelum kami sempat berkaca diri
Untuk membersihkan noda dan dosa kami
Yang melumuri diri dan hati kami
Ramadhan telah berlalu, berganti Idul Fitri

Ya Allah…
Kemenangan yang kami capai di hari Idul Fitri
Semoga tidak membuat kami menjadi lupa diri
Kesabaran, keikhlasan, dan kemurahan hati
Yang telah kami latih selama bulan suci
Semoga tetap tercermin dalam kepribadian kami

Ya Allah…
Di hari Idul Fitri ini, berilah kami keikhlasan
Untuk saling memberi kesempatan
Untuk saling mengungkapkan kejujuran
Untuk saling merenungkan kehidupan
Untuk saling berpelukan dan memaafkan

Ya Allah…
Hanya Engkau yang berkuasa dalam memberi
Ketentraman jiwa yang lelah dan membersihkan hati
Kami mohon ampunan untuk segala salah dan khilaf kami
Semoga tahun depan Engkau mempertemukan kami kembali
Dengan Bulan Suci Ramadhan tempat kami menempa diri

Situs Baru Mr Mustofa Kamal

Posted by: mrkamal on: Februari 16, 2009

Selamat datang di situs saya. Semoga bisa jadi situs yang bermanfaat bagi masyarakat. Jangan lupa tinggalkan comment ya. Terima kasih..

n1597911071_2139


    • Rosy..: kl boleh,,,posting lagi dunk yang lengkap tentang komunikasi dalam organisasi........ Thanks y........
    • sautparl: info bagus nih.
    • irwan: selamat pak atas situs yang bapak miliki saat ini banyak teman-teman yang memberikan suport kepada bapak dan semoga situs ini dapat dipertahankan.

    Kategori